Selasa, 06 Desember 2011

mengapa pengiriman batu bara di kutai mandek?

Samarinda - Tenggarong - Ambruknya jembatan Kartanegara di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur berdampak mandeknya roda ekonomi yang selama ini memanfaatkan alur Sungai Mahakam. Salah satu perusahaan batubara yang menerima dampaknya, adalah PT Multi Harapan Utama.

"Normalnya, setiap hari kami mengirimkan dua ponton dengan muatan 8.000 metrik ton," kata External Relation dan CSR Manager PT PT Multi Harapan Utama Qistul Amal Sentosa, Selasa 6 Desember 2011. Menurutnya, sebelum jembatan Kutai ambruk Sabtu lalu, pihaknya mengirim batubara ke Asia Timur, Korea hingga India.

Akibat macetnya pengiriman ini, kata dia, perusahaan pernah mendapatkan komplain dari para pembeli. Namun, kata Qistul dari Administrasi Pelabuhan Samarinda sudah memberitahu para pembeli adanya kejadian emergency yang mengganggu alur pengirima batubara yang lewat sungai Mahakam. "Kami harapkan evakuasi bisa cepat," kata Qistul.

Sejak ambruknya jembatan Kutai, Tim SAR memang melarang perahu apalagi ponton melintas di sungai Mahakam. Terlabih lagi pada saat proses pencarian korban. Melintasnya perahu atau ponton dinilai sangat membahayakan penyelam saat proses pencarian. Selain itu, tiang penyangga utama jembatan atau phylon juga masih riskan. Kondisinya masih belum stabil dan bisa sewaktu-waktu bisa roboh.

PT Multi Harapan Utama merupakan perusahaan batubara dengan ijin PKP2B atau ijin dari pemerintah pusat. Perusahaan ini beroperasi di sisi hulu jembatan yang runtuh. Untuk pengiriman batubara menuju hilir, ponton pengangkut batubara harus melintas jembatan Kutai. 

FIRMAN HIDAYAT

0 komentar: